tag
Sepakbola
Merasa PSSI Utamakan Liga Super

LPI Minta Kesetaraan

Senin, 01 Juli 2013 18:36 WIB
Operator Liga Primer minta PSSI tidak anak emaskan Liga Super.
Senin (01/07/13), PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) meminta PSSI untuk tetap memperhatikan Liga Primer Indonesi (LPI). PT LPIS pun menuntut agar PSSI tidak menganakemaskan Liga Super (LSI).

PT LPIS sebagai pengelola LPI merasa mulai tidak mendapat perhatian dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sejak kongres luar biasa (KLB) 17 Maret 2013.

Salah satu amanat KLB 17 Maret adalah penyatuan liga musim depan dari 18 klub Liga Super dan empat klub Liga Primer.

Poin KLB yang paling menohok PT LPIS adalah keputusan untuk menyerahkan penyelenggaraan kompetisi musim depan ke tangan PT Liga Indonesia selaku operator Liga Super.

Sebelum KLB, kompetisi Liga Primer sudah mengandung berbagai masalah. KLB jadi kesempatan bagi beberapa pihak untuk mengungkap borok Liga Primer yang juga terjadi di Liga Super.

Masalah terbaru yang paling menghantam Liga Primer adalah berita dari seperangkat pertandingan yang tidak menerima gaji sejak musim lalu hingga paruh musim ini.

“Kompetisi Liga Primer dulu dibentuk PSSI. Kami sebagai operator ditunjuk mengatur kompetisi. Setelah semuanya berubah, kami tidak diperhatikan PSSI,” ujar media officer LPIS Abi Hasantoso.

“Soal tunggakan wasit, seharusnya PSSI ikut membantu. Mereka harus bertanggung jawab. Ketua umum PSSI Djohar Arifin tidak bisa lari dari tanggung jawab. Dulu dia menunjuk kami,” tegas Abi, Senin (01/07/13).

PT LPIS mengkritik dan menyayangkan sikap komisi disiplin PSSI yang terkesan cuek. PT LPIS merasa beberapa laporan ke PSSI tidak mendapat tanggapan.


Editor : Jhon Purba

  • comment
Komentar