tag
Sepakbola
Datangi PSSI

Pemain Korea Tagih Gaji

Rabu, 03 Juli 2013 18:47 WIB
Shin Hyun Joon asal Korsel adukan tunggakan gaji ke PSSI.
Shin Hyun Joon akhirnya menyambangi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk mengadukan nasib yang tidak menerima gaji beberapa bulan dari Perseman Manokwari.

Perseman saat ini tercatat berkompetisi di Liga Primer Indonesia. Yang lebih tragis, sebelum Perseman, pemain asal Korea Selatan (Korsel) ini mengalami nasib di beberapa klub lain.

"Saya belum dibayar oleh Perseman mulai Februari 2013. Katanya mau dibayar, tapi sampai sekarang belum. Makanya, saya ingin meminta bantuan PSSI," kata Shin Hyun Joon.

Pria asal Korea Selatan mendatangi PSSI dengan niat menemui sekjen PSSI Joko Driyono, Rabu (03/07/13). Menunggu sejak siang, hingga berita ini terbit, Joon tidak kunjung bertemu Joko.

Tak hanya Perseman, Shin Hyun Joon mengaku belum memperoleh hak penuh dari dua klub sebelumnya, yaitu Deltras Sidoarjo dan PSMS Medan.

"Saya juga belum digaji Deltras empat bulan dan PSMS Liga Super selama tiga bulan pada musim lalu. Mereka janji akan melunasinya, tapi setelah saya pindah belum juga dibayar,” keluh Joon.

Keputusan mendatangi PSSI karena Joon dan beberapa pemain Perseman sedang melakukan aksi mogok bermain sejak 10 Mei 2013 karena cuma mendapat janji-janji dari manajemen.

"Saya akhirnya memutuskan mogok bermain, saya pergi dari mes. Saya sempat diancam, siapa yang mogok bermain justru gajinya tidak akan dibayar. Tapi saya nekad mencari kebenaran,” tegas Joon.

Selama tidak menerima gaji, Joon terpaksa mengandalkan uang dari orang tuanya di Korsel. Saat tidak punya uang dan mogok bermain, Shin Hyun Joon menumpang di apartemen sahabat.

"Saya malu karena terus minta uang dari orang tua. Untung masih ada keluarga yang membantu. Untuk tidur saja, saya numpang dengan teman,” ungkap Gangneung City.

Mantan pemain PSM Makassar dan PSPS Pekanbaru ini akan terus berjuang demi haknya, “Saya akan ke sini lagi. Besok akan ke PSSI lagi demi meminta hak saya. Saya juga akan menemui LPIS secepatnya.”


Editor : Jhon Purba

  • comment
Komentar