tag
Sepakbola
Krisis Finansial

Arema Libur Sebulan

Kamis, 11 Juli 2013 16:56 WIB
Arema liburkan para pemainnya karena krisis finansial.
Arema Malang memberi libur 1,5 bulan kepada para pemainnya. Kamis (11/07/13), manajemen Singo Edan mengaku masih terbelit krisis finansial.

Manajer Arema Malang, Haris Fambudy, Kamis (11/07/13), menyatakan libur 1,5 bulan kepada para pemainnya. Rehat 1,5 bulan jadi hak para pemain, sebelum menjamu Semen Padang, 24 Agustus 2013.

"Selain kompetisi yang juga libur selama Ramadan, biaya latihan juga tidak sedikit, sehingga lebih baik pemain libur dulu, apalagi Arema punya cukup menghadapi Semen Padang," kata Haris.

Menurut dia, biaya latihan mencapai sejuta rupiah. Dana operasional sebanyak itu minimal keluar untuk sewa lapangan, transportasi serta akomodasi bagi pemain dan pelatih.

Haris mengaku, para pemain, Pelatih Abdurrahman Gurning, dan staf baru akan kembali berlatih pada 15 Agustus atau sepekan sebelum menjamu Semen Padang, juara putaran awal Liga Primer.

Menurut Haris, Pelatih Abdurrahman sudah meminta para pemain menjaga kebugaran selama liburan. Kelebihan berat badan dan kebugaran fisik mutlak terjaga sebelum berlatih kembali.

Ironisnya, Haris tak bisa memastikan sanksi manajemen jika ada pemain yang ternyata kelebihan berat badan atau tak bugar kondisinya, seusai libur panjang.

Menurut dia, manajemen tidak bisa berbuat apa-apa, karena manajemen belum bisa membayar gaji para pemain.

"Kami hanya bisa berharap para pemain bersikap profesional saja, artinya ketika diberi libur panjang, mereka paham tanggung jawabnya sebagai pemain," ujar Haris.

Pada Liga Primer Indonesia lalu, Arema jadi salah satu klub mapan karena masih berada di bawah manajemen Ancora. Kondisi berubah total setelah manajemen beralih kepada kubu Winarso.

Seiring berjalannya Kongres Sepak Bola Nasional (KSN) di Malang, kompetisi terbelah dan sejumlah klub pun jadi dualisme, tak terkecuali Arema.

Manajemen Arema dari Ancora juga terbelah, ada yang tetap berkompetisi di bawah LPI, namun ada yang tetap memilih bernaung di Liga Super Indonesia.. Singo Edan jadi dua, Arema LPI dan LSI.

Arema LPI tetap di bawah manajemen Ancora. Sementara Arema LSI mendapat sokongan dana konsorsium yang ber-home base di Stadion Kanjuruhan.

Arema LPI tetap memilih Stadion Gajayana bersama Persema Malang, sebagai arena kandang untuk menjamu setiap lawan.

Pada musim kompetisi 2013, Arema LPI beralih manajemen kepada Winarso yang mengaku memiliki legalitas hukum. Sementara Ijen Nirwana hingga saat ini mengelola Arema Indonesia LSI.

Tak adanya sponsor untuk mengarungi LPI musim ini membuat Arema harus larut dalam karut-marut krisis finansial, hingga akhirnya harus meliburkan para pemainnya lebih dari sebulan.


Editor : Daniel Sasongko

  • comment
Komentar