tag
Sepakbola
Liga Super Indonesia 2013

Dilema Bisnis Persija

Jumat, 26 Juli 2013 21:07 WIB
Persija Jakarta rugi besar saat pindahkan laga ke luar Jakarta.
  • Dilema Bisnis Persija

    Pemasukan Persija Jakarta menguap tanpa laga kandang.

Jumat (26/07/13), Manajemen Persija Jakarta mengaku menanggung kerugian besar, ketika memindahkan laga Liga Super Indonesia ke luar ibukota. Banyak pemasang iklan enggan mengikuti laga Persija.

Persija Jakarta sepertinya harus menggelar sejumlah laga kandang di luar ibukota, akibat terganjal proses perizinan dan keamanan.

Ketua Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Macan Kemayoran Hanif Ditra mengaku pemasukan klub dia menyusut jika memang benar laga-laga kandang Persija harus berlangsung di luar daerah.

 “Yang jelas potensi pemasukkan menguap. Selain pemasukan dari penjualan tiket juga pemasukkan dari papan-papan iklan di pinggir lapangan,” tutur Hanif kepada INDOSPORT, Jumat (26/07/13).

“Banyak yang mengundurkan diri setelah tahu mainnya di luar Jakarta. Jadi selama itu kita kehilangan potensi pendapatan yang sangat signifikan,” tambah dia.

Panpel Persija coba menggenjot income dengan penjualan dengan tiket gelang saat laga kontra Sriwijaya FC, Sabtu (27/07/13).

Hanif belum mau bicara soal kelanjutan tiket gelang untuk pertandingan kandang Persija. Dia masih memantau penjualan tiket gelang yang baru perdana itu.

“Kita lihat dulu besok (Sabtu) saat di Persija senior (bermain) bagaimana. Kita baru memantau di Persija U-21 yang sudah lebih dulu kita lakukan,” tegas Hanif.

Sistem tiket gelang itu memang terkendala beberapa hal. Satu masalah utama adalah soal waktu. Selam ini izin pertandingan Persija selalu mepet dengan hari pertandingan.

“Tidak seperti pertandingan sebelumnya, (Persija) dapat izinnya selalu mepet waktun dengan pertandingan jadi pilihannya ya cetak tiket konvensional,” ucap Hanif.

Proses cetak tiket gelang lebih lama dengan tiket konvensional. Itu yang jadi kendala panpel jika ingin memberlakukan sistem itu, sementara izin pertandingan Macan Kemayoran nyaris selalu mepet.


Editor : Daniel Sasongko

  • comment
Komentar