tag
Sepakbola
Piala Super Jerman 2013

Debut Kusut Pep

Minggu, 28 Juli 2013 03:31 WIB
Borussia Dortmund kalahkan Bayern München 4-2 di Piala Super.
  • Debut Kusut Pep

    Borussia Dortmund rebut Piala Super Jerman 2013, kalahkan Bayern 4-2.

Borussia Dortmund merebut Piala Super Jerman setelah kalahkan Bayern München 4-2, di Sigbal Iduna Park, Minggu (28/07/13) WIB. Josep Guardiola gagal persembahkan trofi perdana bagi Bayern München.

Borussia Dortmund membalas kesumat atas kekalahan di final Liga Champions 2012-2013 usai menghajar Bayern München 4-2 pada laga Piala Super Jerman.

Selain melunasi dendam, Dortmund juga menghadiahi kado pahit kepada Josep Guardiola yang melakoni laga resmi pertama bersama Bayern.

Sejak awal laga, Dortmund sudah ada di atas angin. Pasukan Jürgen Klopp tampil percaya diri karena tampil di depan publik sendiri dan menghadapi lawan yang sedikit pincang.

Dalam pertandingan ini Bayern tampil tanpa Franck Ribéry, kiper Manuel Neuer, dan pemain anyar asal Dortmund, Mario Götze.

Die Borussen langsung tekan gas sejak awal laga. Saat pertandingan baru berusia enam menit, armada Klopp sudah membobol gawang Bayern lewat Marco Reus memanfaatkan kesalahan kiper Tom Starke.

Meski mampu mengendalikan permainan dan mengusai bola lebih banyak, Bayern gagal samakan keadaan hingga jeda.

Bavarians bisa membuat skor imbang saat babak kedua berjalan sembilan menit. Arjen Robben membuat gol usai menyambar umpan silang Philipp Lahm.

Skor imbang hanya bertahan dua menit. Dortmund kembali unggul menyusul gol bunuh diri Daniel van Buyten. Selang tiga menit kemudian, Dortmund memperlebar jarak menjadi 3-1 lewat Ilkay Gündogan.

Bayern yang lebih banyak mengusai bola mencetak gol kedua pada menit ke-64, lagi-lagi berkat kolaborasi Lahm dengan Robben.

Duel berjalan semakin sengit. Bayern berjuang keras memburu gol penyama. Tapi justru Dortmund yang sukses mendulan gol tambahan melalui Reus yang memaksimalkan umpan Pierre-Emerick Aubameyang.

Kemenangan membawa Dortmund menambah koleksi Piala Super Jerman menjadi lima.


Editor : Yusuf Abdillah

  • comment
Komentar