tag
Sepakbola
Menghina Kantor Pajak Italia

Maradona Bantah Cabul

Rabu, 23 Oktober 2013 07:17 WIB
Diego Maradona bantah lakukan gerakan cabul untuk hina pajak Italia.
  • Maradona Bantah Cabul

    Diego Maradona berkelit dengan menyatakan tidak bertingkah tak sopan.

Diego Maradona berusaha mencari alasan. Setelah memamerkan gerakan tangan isyarat cabul, Maradona mengatakan tidak bermaksud menghina dan telah terjadi kesalahpahaman, Rabu (23/10/13).

Seperti pada masa jaya selaku pemain yang lincah menghindari hadangan lawan, Diego Maradona berkelit dari persoalan. Maradona membela diri setelah melakukan gerakan cabul di muka umum.

Minggu (20/10/13), Maradona menghina kantor pajak Italia yang kembali mengingatkan utangnya sebesar 39 juta euro atau sekitar lebih dari 606 miliar rupiah, menurut kurs pada Oktober 2013.

“Terdapat kesalahpahaman, saya tidak bermaksud menyerang,” kilah Maradona. “Saya hanya menginginkan keadilan,” kata Maradona setelah gerakan tangan vulgarnya memicu kemarahan.

“Itu benar-benar gerakan yang populer, tapi tanpa maksud buruk,” kelit Diego. “Saya tidak pernah melarikan diri dan saya tidak mencari kesepakatan. Saya hanya menginginkan keadilan.”

Ulah Maradona menyinggung pemerintahan Italia. Perdana Menteri Italia, Enrico Letta, bahkan secara terang-terangan mengatakan, “Saya sama sekali tidak suka dia.”

“Kita menghormati orang-orang yang membayar pajak dan mereka ialah warga Italia yang jujur. Tapi banyak orang, seperti Maradona, melakukan gerakan tangan yang tidak sopan,” kecam Letta.

Jumat (18/10/13), otoritas pajak Italia memberikan berkas-berkas utang Maradona sebesar 39 juta euro. Masalah pajak bermula saat Diego memperkuat Napoli pada kurun 1984-1991.

Pengadilan kota Napoli memutuskan pada Januari 2012 bahwa pemerintah dapat menyita aset-aset Maradona bila ia berada di Italia. Namun tak ada hukuman pencekalan terhadap kedatangan Diego.

Bagi masyarakat Italia, khususnya Napoli, Diego Maradona ialah warga kehormatan. Ia berjasa mengangkat citra sepakbola Negeri Pizza selama bermain untuk Napoli dan tim nasional Argentina.

Maradona memimpin Argentina menjuarai Piala Dunia 1986 dengan status sebagai pemain dari Napoli. Untuk klubnya, ia memberi dua gelar scudetti (juara Liga Italia) pada 1987 dan 1990.

Selama bermain untuk Napoli, Maradona mempersembahkan 115 gol dari 259 pertandingan. Tapi kariernya berakhir dengan sanksi karena kontroversi penggunaan obat-obatan terlarang.

Pada masa pensiun, Maradona kini berperan sebagai Duta Olahraga untuk Uni Emirat Arab  setelah klub lokal Al Wasl memecat ia dari jabatan pelatih pada 2012.


Editor : Rawan Kurniawan

  • comment
Komentar