tag
Sepakbola
Strategi “Parkir Bus”

“Mourinho Bisa Membunuh Sepakbola”

Senin, 05 Mei 2014 13:59 WIB
Morten Olsen kecam strategi “Parkir Bus” milik Jose Mourinho.
  •  “Mourinho Bisa Membunuh Sepakbola”

    Morten Olsen anggap strategi Mourinho dapat membunuh sepakbola.

Pelatih timnas Denmark, Morten Olsen, Senin (05/05/14), mengecam strategi yang diterapkan manajer Chelsea, Jose Mourinho. Olsen menganggap taktik The Special One dapat mematikan sepakbola.

Sepanjang musim ini, Chelsea menjelma menjadi tim dengan pertahanan terbaik di English Premier League.  Namun prestasi itu mendapat kecaman dari pelatih tim nasional Denmark, Morten Olsen.

Chelsea menjadi tim yang paling sedikit kebobolan di Premier League musim ini. The Blues baru kemasukan 26 gol dari 37 pertandingan. Namun, gaya permainan bertahan Chelsea, kata Olsen, bisa membuat sepakbola ditinggalkan para penonton.

Pasalnya, Olsen menambahkan, gaya bermain tersebut membuat jalannya pertandingan tidak menarik. Terakhir strategi Mourinho banyak mendapat kritikan ketika Chelsea lebih sering bertahan saat bermain imbang 0-0 dengan Norwich City.

“Dalam dunia saya, Mourinho berbahaya untuk sepakbola. Jika banyak yang meniru gayanya, maka olahraga sepakbola akan mati,” ujar pelatih yang juga pernah menangani Ajax Amsterdam itu.

“Bayangkan jika semua orang memainkan sepakbola seperti Mourinho. Kemudian sepakbola pasti akan membosankan, dan saya tidak akan menonton pertandingan sepakbola karena hal tersebut,” Olsen menambahkan.

Menurut pelatih 64 tahun itu dengan susunan pemain yang dimiliki Chelsea saat ini, Mourinho seharusnya bisa menerapkan strategi menyerang. The Blues kini memiliki striker kelas wahid seperti Fernando Torres dan Samuel Eto’o, namun keduanya tidak menampilkan performa terbaiknya.

“Jika saya berkesempatan menjadi manajer Chelsea, saya bisa menerapkan gaya bermain yang berbeda. Tapi Mourinho hanya mampu bermain bertahan. Klub telah menghabiskan begitu banyak uang untuk membeli pemain bagus, tapi dia menyia-nyiakannya,” pungkas Olsen.


Editor : Abinery Hamzano

  • comment
Komentar