tag
Sepakbola
ISL 2014

Satu Gol Gonzales Bungkam PBR

Sabtu, 31 Mei 2014 18:37 WIB
Cristian Gonzales antar Arema permalukan PBR 0-1 di laga lanjutan ISL 2014.
Tim Pelita Bandung Raya (PBR) dipermalukan tamunya Arema Cronus dengan skor akhir 0-1 (0-0) pada lanjutan kompetisi ISL 2014 yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (31/05/14).

Satu-satunya gol yang menghancurkan PBR, berhasil dilesatkan Cristian 'El Loco' Gonzales melalui sundulannya tepat di menit 59 babak kedua setelah memanfaatkan umpan manis yang dilakukan Guztavo Lopez.

Dengan hasil itu, Pelatih Kepala, PBR, Dejan Antonic mengaku kecewa mengingat tim besutannya harus kehilangan poin di kandangnya sendiri.

"Arema memang lebih bagus dari kita. Tapi ingat pemain kita tidak main, seperti Bepe (Bambang Pamungkas), Gaston (Castano), juga Wildansyah yang kita tarik karena mengalami kendala. Tapi itu bukan alasan. Arema memang lebih bagus dari kita," ujar Dejan saat ditemui seusai pertandingan.

Dengan kekalahan itu pula, Dejan mengatakan akan menjadi pembelajaran yang berharga untuk seluruh para penggawanya terutama pada para pemain muda. Di laga itu, PBR menurunkan sejumlah pemain muda. Seperti Iman Faturahman, M Rivan, Anggo Julian. 

"Mereka bermain bagus. Hanya saja mereka terlalu hormat sama pemain-pemain Arema. Iman Faturahman, dia terkena pukulan oleh Ahmad Bustomi, tapi dia tidak protes, saya bilang ke Iman, ini rumah kamu, kamu harus lebih berani untuk main," tutur Dejan.

Dengan kekalahan ini, Dejan berharap pemain dapat segera bangkit untuk menghadapi laga selanjutnya menghadapi Barito Putera.

"Kami harus bisa curi poin melawan Barito supaya kami tetap bisa di 5 besar," harap ia.

Sementara itu, Pelatih Kepala Arema Cronus, Suharno mengaku bersyukur dengan kemenangan yang telah diraih anak asuhnya.

"Hasil apapun kalau menang harus bersyukur. Saya tidak bilang PBR jelek. Karena dengan beberapa pemain yang tidak bisa turun, tetap motivasinya bagus," kata Suharno.

Akan tetapi, ia menggaris bawahi, anak asuhnya kerap melakukan kesalahan sehingga PBR dapat menciptakan peluang membahayakan.

“Stoper kita yang dua tidak boleh terlalu depan. Karena PBR memiliki pemain yang cepat, seperti Musafry dan David Laly. Ternyata strategi itu berhasil, mereka bisa main sabar dan tidak terpancing," tutur Suharno.

Terkait mengenai satu gol yang berhasil dilesatkan Gonzales, Suharno menilai jika pemain belakang PBR kehilangan konsentrasi. Padahal di babak pertama, marking untuk Gonzales sangat ketat. Bahkan kerap sulit untuk ditembus para pemainnya.

"Tentunya kemenangan ini untuk mengobati Aremania. Karena dua pertandingan di kandang kita tidak memberikan hasil yang bagus. Mudah-mudahan dengan hasil ini bisa mengobati luka mereka," pungkas Suharno.


Penulis : Abinery Hamzano

  • comment
Artikel Terkait
Komentar