tag
Sepakbola
Kontroversi Tuan Rumah Piala Dunia 2014

Qatar Kembali Dihantam Tudingan

Minggu, 08 Juni 2014 20:05 WIB
Qatar terus mendapat tekanan terkait tuan rumah Piala Dunia 2022.
  • Qatar Kembali Dihantam Tudingan

    Mohammed bin Hammam

Qatar terus mendapat tekanan yang meningkat terkait hak mereka menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, setelah muncul tudingan-tudingan baru yang mengatakan, mantan ofisial sepakbola papan atas Mohammed bin Hammam untuk memenangkan hak tuan rumah bagi negara itu, Minggu (18/06/14).

Pada pekan lalu, surat kabar The Sunday Times dari Inggris mengatakan pihaknya mendapatkan jutaan surat elektronik, dokumen, dan transfer bank yang memperlihatkan bahwa Bin Hammam membayar lebih dari lima juta dolar untuk mendapat dukungan pada proses pengambilan suara.

Sekarang surat kabar itu mempublikasi cerita-cerita baru berdasarkan informasi yang sama, yang menjelaskan detail tindakan-tindakan Bin Hamman selama berpekan-pekan sebelum pengambilan suara dilakukan, ketika ia berupaya memperbesar peluang Qatar.

Tudingan-tudingan itu muncul sehari sebelum FIFA menyelesaikan penyelidikan terhadap upaya pemenangan hak tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022, yang dimenangi oleh Rusia dan Qatar. Pengambilan keputusan itu dipimpin oleh mantan jaksa AS, Michael Garcia.

Salah satu cerita yang ada di Sunday Times mengklaim bahwa Bin Hammam diundang untuk mengunjungi perdana menteri Rusia, Vladimir Putin, untuk mendiskusikan hubungan-hubungan bilateral di olahraga pada akhir Oktober 2010 silam.

Tudingan lain adalah bahwa Bin Hammam membantu mengatur pembicaraan-pembicaraan kesepakatan terkait bensin antara Thailand dan Qatar saat kunjungan ke Doha yang dilakukan oleh presiden asosiasi sepakbola Thailand, Worawi Makudi, pada Agustus 2010.

Worawi seperti dikutip oleh Sunday Times, membantah bahwa kesepakatan perihal bensin merupakan imbalan untuk mendukung Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Ia juga membantah menerima "konsensi" pribadi dari kesepakatan itu.

Bin Hammam merupakan mantan anggota komite eksekutif FIFA, namun mengundurkan diri pada 2012, tidak lama setelah ia diskors seumur hidup dari kegiatan terkait sepakbola oleh komite etik FIFA.


Penulis : Abinery Hamzano

Tag Terkait

#Qatar
  • comment
Artikel Terkait
Komentar