tag
Sepakbola
Perseteruan El Salvador dan Honduras

Sejarah Soccer War

Rabu, 11 Juni 2014 14:39 WIB
Honduras memiliki sejarah kelam tentang keikutsertaan mereka di ajang Piala Dunia.
  • Sejarah Soccer War
    GETTYIMAGES

    Honduras dan El Salvador terlibat pertarungan berdarah dalam ajang kualifikasi Piala Dunia Meksiko.

Rabu (11/06/14), Honduras pernah mencatatkan sejarah berdarah saat akan mengikuti putaran Piala Dunia. Menghadapi El Salvador, pertarungan tak hanya terjadi di dalam lapangan.

Sekiranya ucapan manajer legendaris Liverpool, Bill Shankly yang mengatakan "sepakbola lebih dari sekadar urusan hidup atau mati" berlaku dalam laga kualifikasi Piala Dunia 1970 Zona CONCACAF yang mempertemukan El Salvador kontra Honduras.

Pertandingan pertama berlangsung di ibu kota Honduras, Tegucigalpa pada 8 Juni 1969. Kemenangan tentu saja menjadi tuan rumah sebab pemain El Salvador mengalami kelelahan fisik dan mental karena sepanjang malam harus menghadapi teror dari pendukung tuan rumah.

Robert Cordona menjadi pahlawan nasional Honduras pada saat itu karena berhasil mencetak gol ke gawang El Salvador di menit-menit akhir pertandingan. Namun kekalahan di lapangan hijau adalah muara dari dari perseteruan yang berjudul 'Soccer War atau Perang Sepakbola'.

Ryszard Kapuscinki dalam bukunya yang berjudul The Soccer War, menuliskan suasana pilu yang menyelimuti El Salvador.

"Seorang gadis belia berusia 18 tahun bernama Amelia Bolanios patah hati melihat gol Cordona di menit-menit akhir laga. Ia segera membuka laci, kemudian menembakkan pistol milik sang Ayah tepat di dadanya," tulis Kapuscinki.

Keesokan harinya, harian El Nacional menjadikan kematian Amelia Bolanios sebagai berita utama dengan tajuk Gadis belia itu tak kuasa melihat tanah airnya dibuat bertekuk lutut. Momen ini dijadikan Presiden El Salvador untuk menggugah nasionalisme.

Perseteruan antara El Salvador dengan Honduras tentu saja bukan dipicu masalah sepakbola belaka. El Salvador yang mayoritasnya mencari nafkah di Honduras, harus bertahan mati-matian saat pemerintah Honduras mengeluarkan kebijakan UU nasionalisasi agraria.

Kebijakan terebut membuat imigran El Salvador yang berada di Honduras diintimidasi oleh milisi sipil yang memicu penganiayaan dan tak jarang pembunuhan warga El Salvador. Atas dasar itulah pertandingan kedua kualifikasi Piala Dunia Meksiko menjadi ajang balas dendam bagi warga El Salvador.

Pertandingan penentuan diadakan pada 26 Juni, setelah El Salvador menang 3-0 pada pertandingan kedua. Berlangsung di tempat netral, El Salvador meraih kemenangan tipis 3-2 dan keesokan harinya mereka memutuskan dubungan diplomatik dengan Honduras.

Maka pada 14 Juli 1969, meletuslah 'perang sepakbola' saat El Salvador melancarkan serangan udara di ibukota Honduras, Tegucigalpa. Peperangan terjadi selama empat hari atau kurang lebih selama 100 jam.

Pertumpahan darah ini akhirnya selesai pada tanggal 18 juli 1969 dan di akhir bulan Agustus, El Salvador menarik pasukannya dari dari Honduras. Pada gelaran Piala Dunia Meksiko, El Salvador menghuni posisi juru kunci Grup A setelah takluk dari Belgia, Meksiko dan Uni Soviet.

El Salvador baru kembali mencicipi Piala Dunia dua belas tahun kemudian di Spanyol dan menjadi Piala Dunia terakhir mereka. Sementara itu Honduras lolos ke Piala Dunia 1982, dan 2010.  Pada Piala Dunia 2014, Honduras masuk dalam grup E bersama Swiss, Ekuador dan Prancis.    

 


Editor : Raditya Adi Nugraha

Tag Terkait

#Honduras #Piala Dunia
  • comment
Artikel Terkait
Komentar