tag
Sepakbola
Korupsi Piala Dunia Qatar 2022

Sepp Blatter Diminta Mundur

Rabu, 11 Juni 2014 04:43 WIB
Sepp Blatter dianggap tidak becus menangani dugaan kasus korupsi Piala Dunia Qatar 2022.
  • Sepp Blatter Diminta Mundur
    gettyimages

    Sepp Blatter.

Presiden FIFA Sepp Blatter diminta mundur dari jabatannya terkait dugaan kasus korupsi dalam pemilihan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, Selasa waktu setempat atau Rabu (10/06/14).

Komentar pedas Presiden Badan Sepakbola Dunia (FIFA) Sepp Blatter kepada media yang mengabarkan dugaan korupsi pemilihan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 mendapat kecaman balasan dari berbagai pihak. Bahkan ada yang meminta pria asal Swiss itu untuk mundur dari jabatannya.

Menanggapi pemberitaan dugaan korupsi pemilihan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, Blatter menilai media telah melakukan tindakan rasialisme. Namun, kritikan tajam tersebut menjadi senjata makan tuan bagi Blatter.

Wakil Presiden Badan Sepakbola Eropa (UEFA) David Gill berpendapat Baltter harus mundur dari jabatannya dari kursi Presiden FIFA. Gill menegaskan tuduhan rasialisme dari Blatter terhadap pemberitaan dugaan korupsi pemilihan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 mengada-ada.

"Secara pribadi saya pikir dia harus mundur, saya pikir kami perlu untuk menindaklanjuti kasus itu. Saya pikir kami perlu debat penuh, jujur ​​dan terbuka tentang apa kebutuhan FIFA ke depannya," kata Gill.

"Dari sudut pandang kami, pernyataan yang dibuat Blatter sama sekali tidak benar. Isu itu cukup benar di media Inggris yang seharusnya ditangani FIFA. Pemberitaan itu dianggap sebagai rasis atau serangan diskriminatif sama sekali tidak bisa diterima," sambung Gill.

Senada dengan Gill, Ketua Asosiasi Sepakbola Inggris Greg Dyke juga mengkritik Blatter. Menurutnya tuduhan rasis yang diucapkan Blatter tidak ada hubungannya dengan dugaan kasus korupsi dalam pemilihan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

"Saya bilang kepadanya, 'Saya menganggap komentar Anda kemarin tentang tuduhan terhadap media Inggris sebagai tindakan rasis benar-benar tidak bisa diterima'. Tuduhan rasis itu tidak ada hubungannya," kecam Dyke.

Presiden Asosiasi Sepakbola Belanda Michael van Praag menilai komentar Blatter semakin memperburuk citra FIFA di dunia. Van Praag meminta Blatter untuk bertanggung jawab atas kekisruhan yang terjadi.

"FIFA memiliki reputasi buruk di seluruh dunia dan Blatter sebagai presiden harus bertanggung jawab. Ketika orang berpikir tentang FIFA, mereka berpikir tentang korupsi, penyuapan, uang dan jaringan orang-orang tua," sindir van Praag.


Penulis : Joko Sedayu
Editor : Jhon Purba

Tag Terkait

#Piala Dunia
  • comment
Artikel Terkait
Komentar