tag
Sepakbola
Penginapan Penuh di Brasil

Fans Terpaksa Nginap di Hotel Mesum

Selasa, 17 Juni 2014 05:29 WIB
Penonton sepakbola terpaksa menginap di hotel mesum di Brasil.
  • Fans Terpaksa Nginap di Hotel Mesum
    Internet

    Hotel Opcao di Manaus, Brasil.

Pesta sepakbola Piala Dunia Brasil 2014 membuat tempat penginapan dan hotel penuh. Beberapa penonton mengaku terpaksa menginap di hotel mesum, Selasa (17/06/14) WIB.

Keterbatasan jumlah kamar serta tarif yang melambung membuat penonton yang datang ke Brasil tidak punya pilihan lain untuk menginap di hotel mesum. Di Indonesia, hotel seperti ini dikenal dengan istilah hotel jam-jaman.

Marc Cummings, seorang pendukung Inggris, di Manaus terpaksa dengan berat hati harus menginap di Hotel Opcao. Hotel tang terletak di pinggir jalan sempit biasanya disewakan per jam. Berlokasi di distrik lampu merah, wilayah ini bertebaran bar, klub dan pekerja seks komersial.

Warga setempat biasanya selalu berpesan kepada pendatang untuk menghindari kawasan tersebut, terutama pada malam hari karena sering terjadi tindak kejahatan. “Saya tidak melakukan yang tidak-tidak, tapi hampir saja," kata Cumming.

Hotel Opcao biasanya menarik bayaran sebesar 15 real (sekitar Rp75 ribu) per jam atau Rp100 ribu untuk dua jam. Tarif akan lebih mahal saat hari menjelang malam.

Momen Piala Dunia 2014 dimaksimalkan oleh pemilik hotel untuk mengeruk keuntungan dengan melambungkan tarif kamar. Tarif kamar untuk ukuran standar meroket menjadi 250 real (sekitar Rp1,25 juta) dan minimal harus disewa selama tiga malam.

Untuk mempermudah komunikasi dengan pendatang dari luar Brasil, pemilik hotel sampai menyewa para mahasiswa yang bisa berbahasa Inggris dan Spanyol sebagai pegawai sementara.

Tidak seperti di Manaus, kondisi di Sao Paulo lebih bersahabat. Sao Paulo yang menjadi kota terbesar di Brasil lebih kondusif karena masih banyak pilihan hotel.

Shamsudeen dan Nurul saat ditemui di dekat Stasiun Metro Se merasa beruntung karena mendapatkan hotel yang cukup strategis dan aman.

“Harga kamarnya memang mahal, 250 dolar AS (sekitar Rp2,955 juta) semalam. Tapi rata-rata sekitar itu dan saya sudah mencari yang lebih murah, tapi tidak berhasil. Tapi tidak apa karena kami hanya di Sao Paulo selama empat hari dan kemudian balik ke Kuala Lumpur,” jelas pasangan pasangan suami istri asal Malaysia ini.

Baca juga artikel-artikel sejenis di liputan khusus Brasil 2014
Penulis : Jhon Purba

Tag Terkait

#Piala Dunia Brasil 2014
  • comment
Artikel Terkait
Komentar