tag
Sepakbola
On This Day

Argentina Taklukkan Peru

Sabtu, 21 Juni 2014 12:59 WIB
Hari ini Argentina menang 6-0 atas Peru di Piala Dunia 1978.
  • Argentina Taklukkan Peru
    Internet/INDOSPORT

    Argentina merayakan kemenangan atas Peru di Piala Dunia 1978

Sabtu (21/06/14), Piala Dunia dan sejarah kelam memiliki tautan yang erat. Tepat pada hari ini, Argentina yang pada tahun 1978 menjadi tuan rumah 1978, menggunakan ajang Piala Dunia sebagai pencitraan rezim opresif.

Pada hari ini, 21 Juni 2014, Argentina akan menghadapi Iran di babak penyisihan Grup F.

Tepat 36 tahun silam, Argentina memainkan laga melawan Peru pada Piala Dunia 1978, yang dimenangkan Argentina dengan skor telak 6-0.

Pada perhelatan Piala Dunia kesebelas, Argentina yang bertindak sebagai tuan rumah berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Belanda di partai puncak.

Negara-negara Amerika Latin atau Argentina lebih khususnya, memiliki pertautan antara sejarah kelam dan Piala Dunia.

Piala Dunia 1978 dijadikan rezim militer Argentina yang sebelumnya menggulingkan pemerintahan Isabel Peron di tahun 1976, untuk kepentingan mereka sebagai pencitraan.

Simon Kuper dalam bukunya Soccer Against the Enemy, mengatakan pemerintah militer otoriter yang dipimpin Jendral Joge Videla menjadikan pesta sepakbola ini sebagai momen yang menguntungkan karena digunakan sebagai alat 'peredam'.

Dua tahun sebelum Piala Dunia 1978 berlangsung, jendral Videla bersama kroninya menghilangkan ribuan aktifis pro-demokrasi Argentina.

Pada September 1977, Menteri Dalam Negeri Argentina, Jendral Albano Harguindeguy menyatakan ada 5.618 orang yang hilang. Maka gelaran Piala Dunia adalah ajang yang tepat untuk membuat rakyat Argentina "melupakan sejenak" tragedi berdarah itu.

Tapi kebenaran tak bisa dibungkam begitu saja.Sekelompok ibu-ibu beraksi pada Piala Dunia 1978 dengan membentangkan spanduk yang mengutuk kekejian junta militer Argentina berikut nama-nama kolega mereka yang dihilangkan pihak militer.

Ibu-ibu itu berdemo tiap hari Kamis di depan alun-alun dekat istana Kepresidenan yang disebut Plaza de Mayo. Ketika Piala Dunia berlangsung, aksi Mothers of the Plaza de Mayo semakin gencar.

Atas aksi inilah pewarta yang awalnya datang untuk meliput Piala Dunia, segera menyebarkan berita kediktatoran pemerintah Argentina ke seluruh dunia.

Aksi ibu-ibu Plaza de Mayo ini juga yang menginspirasi para ibu-ibu yang berpakaian dan berpayung hitam menggelar 'aksi kamisan' di depan Istana Negara.

Para ibu ini telah melakukan 'aksi kamisan' selama delapan tahun untuk meminta dikembalikannya ketigabelas anak dan keluarga mereka yang hilang di sepanjang tahun 1997-1998 saat kondisi politik di Indonesia sedang panas-panasnya.

Kini setelah 36 tahun berselang, Piala Dunia kembali berlangsung di negara Amerika Latin, Brasil. Beragam cerita tentang penghilangan anak-anak jalanan dan penggusuran pemukiman kerap terjadi. Sejarah memang kerap berulang.

  

Baca juga artikel-artikel sejenis di liputan khusus Brasil 2014
Editor : Raditya Adi Nugraha

Tag Terkait

#Piala Dunia Brasil 2014 #Argentina
  • comment
Artikel Terkait
Komentar