tag
Sepakbola
Preview Honduras Vs Swiss

Buah Sebuah Impian Besar

Rabu, 25 Juni 2014 09:44 WIB
Swiss masih bisa bermimpi lolos ke 16 besar PD 2014, jika mampu melibas Honduras.
  • Buah Sebuah Impian Besar
    GETTY IMAGES

    Skuad Swiss, Johan Djourou (tengah), Steve von Bergen (kiri), Stephan Lichtsteiner (nomor 2), dan Granit Xhaka merayakan kemenangan 2-1 atas Ekuador 2-1 di Grup E Piala Dunia Brasil 2014 pertandingan di Stadion Nacional, Brasilia, Minggu (15/6/14).

Kekalahan 2-5 dari Prancis di Salvador, Jumat (20/06/14), tak membuat impian Swiss surut. Tim asuhan Ottmar Hitzfeld itu membidik poin penuh atas lawan terakhr Grup E Piala Dunia Brasil 2014, Honduras, Rabu (25/06/14).

Swiss sebenarnya hanya butuh satu angka untuk lolos dalam partai yang berlangsung di Stadion Arena Amazonia, Manaus. Namun, hasil imbang itu masih harus dipenuhi dengan satu syarat, Prancis melibas Ekuador di Rio de Janeiro pada laga terakhir yang berlangsung saat yang bersamaan.

Hitzfeld dan Swiss tak akan segegabah itu, menyerahkan nasib mereka ke tangan tim yang tak sepenuhnya diandalkan sebagai kawan. PD 2014 tak mengenal siapa lawan dan seteru. Semuanya lebih baik dianggap bukan sebagai sekutu. 

Untuk itulah Swiss wajib mengerahkan segenap talenta terbaik demi membuat impian besar lolos ke perdelapanfinal menjadi kenyataan. Prestasi itu bakal mengulang apa yang dicapai Swiss pada PD Afsel 2010, meski akhirnya didepak Ukraina.

"Setiap orang dapat memelihara impian besar, namun hal yang pertama yang harus dilakukan adalah menyelesaikan PR kecil dan itu adalah mengalahkan Honduras," tegas blerim Djemaili di laman FIFA. 

"Yang kami saksikan, tim-tim besar yang bergantung pada pemain tertentu segera tereliminas, itulah yang tak bisa dilakukan Swiss. Kami harus memberikan segenap kemampuan secara bersama, seperti yang kami sudah lakukan ketika melawan Prancis. Nasib kami sial ketika mereka mencetak gol-gol cepat," tambah pemain berusia 28 tahun itu.

Di pihak lawan, Honduras belum sepenuhnya terdepak dari persaingan Grup E. Namun, armada Luiz Fernando Suarez itu sudah larut dalam kegembiraan ketika Carlo Costly mencetak satu-satunya gol Honduras ke gawang Ekuador di Stadion Arena da Baixada, Curitiba pada 21 Juni lalu, meski pada Honduras kalah 1-2.

"Saya sangat senang ketika mencetak gol itu, karena penantian 32 tahun itu sangat panjang dan menjadi pembatas yang sulit dilampaui," tutur Costly. "Mitos itu, kutukan yang telah menggantung sekian lama di depan kami, telah terlampaui sekarang, meski pada akhirnya kami masih menelan pahit kekalahan karena punya peluang memenangi pertandingan."

Costly dan Honduras bisa membalaskan rasa dahaga akan kemenangan saat menghadapi Swiss. Kalau saja mereka mampu menang melebihi empat gol, sementara Prancis mengalahkan Ekuador, Honduras yang berhak lolos ke 16 besar sekaligus mendepak Swiss.

Mustahil? Tak ada yang tak mungkin. Semua berawal dari sebuah mimpi dan yang lebih penting bangun, bersiap, berusaha, dan berjuang untuk menjadikan semua impian itu jadi kenyataan. Itu berlaku untuk Honduras dan Swiss. 

Baca juga artikel-artikel sejenis di liputan khusus Brasil 2014
Editor : Daniel Sasongko

Tag Terkait

#Piala Dunia Brasil 2014 #Swiss #Honduras
  • comment
Artikel Terkait
Komentar