tag
Sepakbola
Kunjungi Klub J-League

Arema Adopsi Strategi Bisnis Sapporo

Jumat, 27 Juni 2014 17:31 WIB
Manajemen Arema Cronus melihat banyak peluang bisnis setelah pulang dari Jepang.
  • Arema Adopsi Strategi Bisnis Sapporo

    Ahmad Bustomi adalah salah satu pemain favorit Aremania

Jumat (27/06/14), Kesan mendalam dirasakan tiga perwakilan manajemen Arema Cronus yang ikut mengunjungi kontestan J-League, Consadole Sapporo untuk menandatangani perjanjian kerjasama dengan tim Singo Edan.

Tiga perwakilan manajemen Arema Cronus, Ruddy Widodo (general manager), Fuad Ardiansyah (manajer bisnis) dan Sudarmaji (media officer), melihat secar langsung pengelolaan bisnis sepakbola yang dijalankan Consadole Sapporo.

"Di sana, pemain tidak cuma di kontrak untuk latihan dan bertanding saja," kata Fuad.

Menurutnya, pemain Consadole Sapporo mendapat peran lebih sebagai pemain Consadole Sapporo.

Fuad membeberkan, pemain yang tidak berada dalam susunan line-up mendapatkan tugas melayani permintaan fans Consadole Sapporo untuk berfoto bersama.  

Itu terjadi ketika saat manajemen melakukan kunjungan, Consadole Sapporo tengah bertanding melawan Kattaler Toyama, pada 21 Juni lalu.

Di dalam stadion, fans dan pemain disediakan tempat tersendiri untuk bisa berfoto bersama.

"Pemain yang gak masuk line up, bisa diajak foto bareng. Ada tempat khusus yang dimanfaatkan untuk foto bareng," kata dia.

Pria yang juga menjabat sebagai Manajer Arema Cronus U-21 ini, menuturkan, untuk bisa foto bersama dengan pemain, fans Consadole Sapporo harus mengeluarkan koceknya.

Sayang, tidak disebutkan biaya yang harus dikeluarkan oleh fans Consadole Sapporo setiap satu kali mengabadikan gambar dengan pemain idolanya.

Uang dari hasil foto bersama dengan suporter tersebut, kata Fuad dipakai untuk menjalankan akademi.

Fuad menuturkan, suporter jelas tidak akan dirugikan dengan bisnis yang dijalankan Consadole Sapporo. Pasalnya, suporter mereka tidak hanya disuguhi pertandingan sepak bola semata, melainkan hiburan-hiburan lainnya.

"Contoh empat jam sebelum kick off, ada penampilan ekstrakurikuler SMA," tambah dia.

Strategi bisnis yang ditempuh Consadole Sapporo terbilang ampuh sebab mereka mampu mengumpulkan dana tambahan untuk kebutuhan klub.

"Mereka juga datang ke sekolah. Di sana, pendapatan di luar tiket bisa dapat 25 persen dari total pendapatan," kata ia.

Cara itulah yang sampai saat ini belum dilakukan oleh tim Arema Cronus. Padahal, suporter tim Singo Edan-Aremania jauh lebih banyak dibandingkan dengan Consadole Sapporo.

Pria yang diajang AFC Cup lalu menjabat sebagai media officer Arema Cronus ini menambahkan, kemungkinan besar akan menerapkan strategi bisnis yang dijalankan Consadole Sapporo.

"Yang bisa diterapkan disini adalah memaksimalkan pemain. Pemain juga dituntut untuk ikut mengembangkan klub," pungkas ia.

Bahkan jika kontribusi seorang pemain sangat besar, maka Aremania juga akan semakin menggandrunginya. Kondisi ini semestinya bisa membuat pemain Singo Edan berbangga.
 
Contoh kecilnya adalah ketika pemain-pemain Arema selalu dikerumuni Aremania dimana pun mereka berada. Setiap sehabis latihan, puluhan Aremania selalu berhamburan ke lapangan begitu latihan selesai digelar.

Mereka datang dari semua usia dan dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, hingga orang tua. Bahkan Aremania yang masih berseragam sekolah, hingga yang beratribut Pegawai Negeri Sipil.

Bahkan, Aremania sampai rela berdesak-desakan supaya bisa berfoto ataupun meminta tanda tangan pemain idoalnya.


Penulis : Ardiyansyah
Editor : Raditya Adi Nugraha

Tag Terkait

#Arema Cronus
  • comment
Artikel Terkait
Komentar