tag
Sepakbola

Terduga Penyuap Bantah Atur Skor Kamerun di Brasil

Rabu, 02 Juli 2014 08:08 WIB
Wilson Raj Perumal membantah mengatur skor laga Kamerun kontra Kroasia di PD 2014.
  • Terduga Penyuap Bantah Atur Skor Kamerun di Brasil
    GETTY IMAGES

    Alex Song diberi kartu merah saat Kamerun bertanding melawan Kroasia di penyisihan grup Piala Dunia Brasil 2014. Song langsung dikeluarkan dari lapangan karena memukul Mario Mandzukic.

Kasus dugaan suap saat Kamerun dikalahkan 0-4 oleh Kroasia pada babak penyisihan grup Piala Dunia Brasil 2014 belum terselesaikan. Selasa (01/07/14) malam waktu setempat, warga Singapura, Wilson Raj Perumal, membantah dugaan bahwa dialah yang mengatur skor akhir laga tersebut.

Dugaan itu pertama diapungkan koran Jerman, Der Spiegel. Perumal yang ditangkap di Finlandia pada April lalu karena kasus pengaturan skor pertandingan. Dia kemudian bilang kepada reporter Der Speiegel, bahwa laga Kroasia akan mengalahkan Kamerun 4-0 di PD 2014 dan seorang pemain Kamerun akan dikeluarkan. Itu diungkapkan Perumal melalui percakapan digital via Facebook.

Setelah kasus pengaturan skor pertandingan dalam sejumlah laga-laga uji coba terbukti dilakukan oleh beberapa gerombolan yang beroperasi Eropa timur dan Asia timur, ini adalah klaim pertama sebuah pertandingan di Piala Dunia diduga telah disuap dan diatur kedudukan akhirnya. Federasi Sepakbola Kamerun diberitakan tengah melakukan investigasi.

Namun, Guardian memberitakan, Selasa waktu Inggris, Perumal mengelaurkan pernyataan pada Selasa malam waktu lokal, bahwa apa yang dia katakan melalui perbincangan Facebook itu telah dipelintir. 

"Berkebalikan dengan 'kenyataan' yang diungkapkan koran mingguan Jerman, Der Spiegel, yang tersebar menjadi berita di seluruh dunia, saya tak memprediksi hasil akhir Kamerun vs Kroasia yang dimainkan pada 18 Juni 2014. Percakapan Facebook dengan jurnalis Der Spiegel dilakukan beberapa hari setelah pertandingan itu --21 Juni, seperti dikonfirmasi dari Facebook log-- dan itu menjadi dasar informal perilaku tim Kamerun di Piala Dunia Brasil 2014, setelah mereka memainkan dua dari tiga laga penyisihan grup, termasuk salah satunya melawan Kroasia," ucap Perumal. 

"Saya tak pernah mereferensikan empat gol atau satu kartu merah akan terjadi. Saya tak pernah menyatakan dalam bentuk apa pun yang menguatkan atau menjadi substansi dugaan yang dimaksudkan, berdasarkan dari pengalaman pengaturan skor saya. Terakhir, saya tak pernah diberi informasi oleh jurnalis Der Spiegel, bahwa perbincangan kami akan dipublikasikan di Jerman," tegas Perumal lagi.

"Saya syok dan terkejut setelah mengetahui majalah terhormat seperti Der Spiegel bertindak lebih jauh dengan pernyataan yang telah diubah oleh staf internal dengan tujuan untuk menggiring perdebatan pengaturan skor. Saya meminta maaf terhadap asosiasi sepakbola Kamerun dan para penggemar, bahwa saya tak bermaksud melukai mereka, itu semua bukan tujuan saya," papar Perumal kemudian. "Saya merasa sangat yakin Der Spiegel seharusnya melakukan hal yang sama setelah mereka mempublikasikan apa yang tidak saya ungkapkan melalui mulut saya."

Tak berapa lama, Der Spiegel muncul dengan penolakan pernyataan Perumal. 

"Kami kukuh pada pendirian pemberitaan, bahwa Tuan Perumal melakukan perbincangan melalui Facebook dengan Der Spiegel beberapa jam sebelum pertandingan Piala Dunia antara Kroasia vs Kamerun, bahwa hasil akhirnya akan 4-0 untuk kemenangan Kroasia dan seorang pemain Kamerun akan diberi kartu merah pada babak pertama," tandas Der Spiegel.

Sebelumnya, pada Selasa itu, Kepala Keamanan FIFA, Chris Eaton, menginginkan investigasi internasional yang tegas dan menyeluruh untuk menyelesaikan dugaan suap tersebut.

Baca juga artikel-artikel sejenis di liputan khusus Brasil 2014
Editor : Daniel Sasongko

Tag Terkait

#Piala Dunia Brasil 2014 #Kamerun
  • comment
Artikel Terkait
Komentar