tag
Sepakbola

Kolombia Lupakan Tragedi Andres Escobar

Kamis, 03 Juli 2014 16:37 WIB
James Rodriguez kini jadi alasan Kolombia untuk melupakan tragedi Andres Escobar yang terjadi 20 tahun lalu.
Tanggal 02 Juli 1994 adalah tragedi bagi Kolombia ketika Andres Escoba ditembak di luar sebuah kafe di Medellin. Kamis (02/07/14) atau 20 tahun berselang, Kolombia bersiap melupakan tragedi itu setelah timnas mereka melaju berkat James Rodriguez.
3. Bermasalah di Negeri Paman Sam

Meski bertabur bintang, Kolombia punya masalah internal. Kiper andalan yang eksentrik, Rene Higuita, bukan dalam performa terbaik. Dia memang kondang dengan penyelamatan sepakan kalajengking, ketika Kolombia menghadapi tuan rumah Inggris di Stadion Wembley.

Namun, ketika datang ke AS, Higuita tak dalam kondisi terbaik. Dia baru saja menghabiskan tujuh bulan di penjara, setelah tersangkut dengan kasus Pablo Escobar. 

Para pemain secara rutin diintimidasi atau diancam, sementara Pelatih Maturana menerima ancaman pembunuhan. Sejumlah pemilik klub menginginkan pemainnya menjadi tercantum dalam starting line-up dan bermain selama mungkin. itu yang membuat Maturana terancam.

Hasilnya, Kolombia keok 1-3 di tangan Rumania dalam laga pembuka PD 1994. Artinya, laga kedua melawan AS akan sangat menentukan bagi Los Cafeteros. Sebutan Kolombia itu mengacu pada hasil bumi ekspor andalan negara itu: kopi.

Apa yang terjadi kemudian adalah salah satu sejarah kondang di Piala Dunia. Kolombia mengawali pertandingan dengan bagus, namun dalam sebuah serangan AS, John Harkes menyayat dari sayap kiri. Dia memberikan umpan ke depan kotak penalti dan Andres Escobar menjatuhkan diri untuk membuang bola. Malang, bola malah meluncur deras ke gawang Kolombia. Kiper Oscar Cordoba yang telanjur bergerak ke kiri, hanya bisa menjatuhkan diri dan sangat kecewa melihat bola meluncur deras ke jala gawang Kolombia. AS pun akhirnya menang 2-1.

Meski akhirnya Kolombia menang atas Swiss pada laga terakhir, mereka harus angkat koper dari Negeri Paman Sam.

"Pada saat itu, anak laki-laki saya yang baru berusia sembilan tahun berbalik kepada saya dan bilang, 'Ibu, mereka akan membunuh Andres'," tutur adik perempuan Andres, Maria, dalam sebuah program dokumenter ESPN. "Saya hanya menjawab, 'Tidak, Sayang, orang-orang tak akan membunuh (Andres) karena salah. Setiap orang di Kolombia mencintai Andres."

Timnas Kolombia tiba di negara mereka di tengah berbagai tudingan terhadap penampilan mereka di AS. Escobar, fokus kemarahan di beberapa tempat, dinasihati pelatihnya untuk tetap tenang di Medellin dan menunjukkan yang terbaik di kampung halamannya itu. 

Baca juga artikel-artikel sejenis di liputan khusus Brasil 2014
Editor : Daniel Sasongko

Tag Terkait

#Piala Dunia Brasil 2014 #Kolombia
  • comment
Artikel Terkait
Komentar
  • Michale Platini
    Jumat, 04 Juli 2014 15:14 WIB
    Michale Platini

    Serem banget tragedinya, semoga nyawa Escobar berbuah manis di PD Brasil.

  • Tidak ada data lagi