tag
Sepakbola
Preview Prancis Vs Jerman

Perang Klasik, Gengsi Eropa

Jumat, 04 Juli 2014 10:52 WIB
Didier Deschamps meminta pasukannya membuat bab baru dalam buku sejarah.
  • Perang Klasik, Gengsi Eropa
    GETTY IMAGES

    Karim Benzema (Prancis) - Thomas Mueller (Jerman)

  • Perang Klasik, Gengsi Eropa
    GRAFIS : M Yogi Arham/INDOSPORT

    Infografis Prancis Vs Jerman

  • Perang Klasik, Gengsi Eropa
  • Perang Klasik, Gengsi Eropa
Pertarungan klasik akan tersaji di Stadion Maracana saat Prancis melawan Jerman pada perempatfinal Piala Dunia 2014, Jumat (04/07/14) malam WIB. Perang klasik yang akan mempertaruhkan gengsi Benua Biru Eropa di Piala Dunia.

Tim Eropa belum pernah berhasil menjadi juara saat Piala Dunia digelar di Benua Amerika. Sejarah ini yang akah coba dipatahkan saat Piala Dunia digelar di Brasil kali ini. Namun, untuk menuju sebuah sejarah baru, dua raksasa Eropa, Prancis dan Jerman harus terlebih dulu saling bunuh di babak delapan besar.

Pertarungan antara Prancis melawan Jerman selalu menjadi perang klasik dan bersejarah. Ya, sejarah mencatat kedua kubu memang sangat erat dengan yang namanya perang. Sebut saja nama Napoleon Bonaparte dan Adolf Hitler. Kedua tokoh sejarah yang menjadi aktor perang yang melibatkan kedua negara pada masa berbeda.

Di kancah sepakbola, Prancis dan Jerman juga memiliki sejarah. Masih ingat terjangan Harald Schumacher ke arah Patrick Battiston? Tentu saja. Apalagi kejadian tersebut kembali diapungkan, khususnya oleh media Prancis, sebagai bumbu pemanas duel.

Di balik kejadian terjangan Schumacher, Prancis juga mengingat kejadian pada Piala Dunia 1982 itu sebagai hal yang pahit karena mereka menjadi pihak yang kalah pada semifinal di Sevilla itu. Yang menyakitkan, Prancis kalah lewat adu penalti. Yang lebih perih lagi, mereka harus menjalani adu penalti setelah imbang 3-3, padahal sepat unggul 3-1.

Selang empat tahun kemudian, Prancis kembali merasakan kepedihan. Datang sebagai juara Eropa, Prancis tampil gemilang untuk lolos ke semifinal. Mereka menyingkirkan juara bertahan Italia di 16 besar dan favorit juara Brasil di perempatfinal. Sebaliknya, Jerman melaju ke semifinal secara tertatih-tatih. 

Saat keduanya bertemu di semifinal, Prancis yang menjadi favorit dikejutkan oleh gol cepat Andreas Brehme. Menguasai permainan nyaris sepanjang permainan, Prancis justru harus kembali kebobolan lewat serangan balik. Gol Jerman dibuat oleh Rudi Voeller di ujung laga.

Kini, kondisi kedua tim mirip dengan apa yang terjadi pada 1986. Prancis tampil brilian untuk melaju ke perempatfinal. Banyak yang mengatakan, Prancis sudah bangkit dari keterpurukan, setelah mengalami hasil buruk pada dua Piala Dunia sebelumnya.

Sebaliknya, Jerman yang mengawali Piala Dunia dengan gemilang, menang 4-0 atas Portugal, justru sedang berada di bawah sorotan karena performa mereka dinilai pas-pasan, bahkan nyaris terdepak oleh Aljazair di babak 16 besar. Kritikan pun menghujani pasukan Joachim Loew. "Itu adalah penampilan terburuk sepanjang tahun," kata Michael Ballack, mantan pemain Jerman tentang pertandingan melawan Aljazair.

Tapi, akankah sejarah berulang?  “Kami akan menuliskan halaman baru dalam sejarah,” ujar Didier Deschamps, pelatih Prancis.

“Sejauh yang kami pedulikan adalah kami hidup pada saat ini. Ada sejarah panjang antara kedua negara, tapi kami akan fokus pada pertandingan nanti. Dan, kami ingin menulis sejarah kami sendiri,” kata Hugo Lloris seperti mengulangi kata-kata dari sang pelatih.

Lalu bagaimana dengan kubu Jerman? “Deschamps sudah menyulap Prancis sejak 2010.  Dan kami sudah tak sabar menjalani sebuah laga klasik lainnya,” ujar Loew.

Baca juga artikel-artikel sejenis di liputan khusus Brasil 2014
Editor : Yusuf Abdillah

Tag Terkait

#Piala Dunia Brasil 2014 #Prancis #Jerman #Karim Benzema #Preview #Paul Pogba #Thomas Mueller
  • comment
Artikel Terkait
Komentar