tag
Sepakbola
Preview Argentina Vs Belgia

Antara Maradona, Messi, dan Courtois

Sabtu, 05 Juli 2014 11:17 WIB
Kepiawaian Lionel Messi akan tuntas diuji Thibaut Courtois saat Argentina bertemu dengan Belgia.
  • Antara Maradona, Messi, dan Courtois
    GETTY IMAGES

    Selebrasi Belgia di Stadion Arena Fonte Nova, Salvador pada 01 Juli 2014, setelah memastikan kemenangan 2-1 atas Amerika Serikat di babak 16 besar Piala Dunia Brasil 2014.

  • Antara Maradona, Messi, dan Courtois

    Thibaut Courtois (kiri/Belgia) dan Lionel Messi (Argentina)

  • Antara Maradona, Messi, dan Courtois
  • Antara Maradona, Messi, dan Courtois
Sabtu (05/07/14) adalah saat menentukan bagi Argentina dan Belgia yang bertemu di Brasilia. Kedua tim akan memperebutkan satu tiket prestisius semifinal Piala Dunia Brasil 2014.

Tak ada yang meragukan kapasitas Lionel Messi. Sepanjang PD 2014, La Pulga --sebutan Messi-- telah merekam empat gol dalam empat kali penampilan berdurasi 363 menit. Messi jadi bagian sentral Tim Tango meraup lima kemenangan. 

Estadion Nacional, Brasilia, Sabtu malam WIB nanti, akan jadi sanksi apakah Messi kali ini masih akan bertaji. Dia melakukan gol krusial nan indah ketika menjungkalkan Iran pada menit-menit terakhir. itu yang kembali diharapkan Pelatih Alejandro Sabella dan segenap penggawa Argentina. 

Apalagi, sejarah berada di belakang Negeri Evita Peron. Dalam empat kali duel melawan Belgia, Argentina meraih tiga kemenangan. Terakhir kali Tim Tango melibas Setan Merah adalah pada semifinal PD Meksiko 1986, kala Diego Armando Maradona memborong seluruh gol kemenangan timnya. Argentina menghajar Belgia 2-0.

Kegemilangan Maradona waktu menaklukkan Jean-Marie Pfaff, kiper Belgia saat itu yang disebut-sebut sebagai salah satu kiper terbaik dunia. Berkat Maradona juga Argentina menjadi kampiun. Itulah yang diharapkan publik Argentina terhadap Messi sekarang, mengulang prestasi dan kegemilangan Sang Dewa, sebutan hiperbolis Maradona.

Massi tahu tak akan mudah mengulang pencapaian Maradona. Pria berusia 27 tahun itu memang tampil gemilang pada Piala Dunia kali ini, namun belum menunjukkan kecemerlangan talenta sebenarnya.

Satu hambatan Messi adalah Thibaut Courtois, sang penjaga gawang Belgia. "Saya tahu harus bagaimana ketika melawan dia," tegas Courtois di laman FIFA.

Maklum saja, Courtois adalah kiper Atletico Madrid, Juara La Liga musim lalu. Ketajaman Messi sebagai predator gol seolah menguap tanpa bekas di hadapan kiper 22 tahun itu. Selama 18 bulan terakhir, Messi gagal mencetak gol ke gawang Courtois. Artinya, sepanjang tujuh pertandingan --di La Liga, Liga Champions, dan Piala Super Spanyol-- Messi gagal mengoyak jala Courtois. Terakhir kali Messi membukukan gol ke gawang Courtois adalah pada 16 Desember 2012. Itu adalah satu kreasi dari total enam gol Messi sepanjang sejarah pertemuan dengan Courtois.

"Satu hal yang bagus karena telah memahami gaya permainan dia (Messi) adalah tak perlu lagi melihat tayangan videonya," tandas Courtois kepada ESPN. "Tak ada gunanya melihat semua lagi, karena Anda tak bisa memprediksi apa yang akan dilakukan Messi. Jika dia ingin menerobos pertahanan ketika ingin melepas tembakan, itu yang akan dia dapatkan. Satu hal yang bisa saya lakukan adalah fokus sepanjang pertandingan."

Itulah dua sisi pertandingan krusial ini. Messi dengan segala kegemilangan sepanjang PD 2014, akan coba menghancurkan Courtois. Kepada siapa dewi fortuna akan memberikan naungan? Messi atau Courtois?

Baca juga artikel-artikel sejenis di liputan khusus Brasil 2014
Editor : Daniel Sasongko

Tag Terkait

#Piala Dunia Brasil 2014 #Argentina #Belgia #Lionel Messi #Diego Maradona #Thibaut Courtois
  • comment
Artikel Terkait
Komentar