tag
Sepakbola

Kasus Tiket Piala Dunia 2014, Polisi Tangkap Mitra FIFA

Selasa, 08 Juli 2014 16:06 WIB
Kepolisian Brasil menangkap direktur perusahaan mitra FIFA, terkait penjualan ilegal tiket Piala Dunia Brasil 2014.
  • Kasus Tiket Piala Dunia 2014, Polisi Tangkap Mitra FIFA
    GETTY IMAGES

    Penggemar Kolombia memegang tiket pertandingan 16 besar Piala Dunia Brasil 2014 melawan Uruguay di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, pada 28 Juni 2014.

  • Kasus Tiket Piala Dunia 2014, Polisi Tangkap Mitra FIFA
    GETTY IMAGES

    Petinggi mitra FIFA untuk pertandingan Piala Dunia Brasil 2014, Raymond Whelan (tengah), tiba di kantor polisi di Rio de Janeiro pada 07 Juli 2014, setelah ditangkap dengan dugaan mendalangi jaringan ilegal untuk menjual tiket pertandingan PD 2014.

  • Kasus Tiket Piala Dunia 2014, Polisi Tangkap Mitra FIFA
    GETTY IMAGES

    Petinggi mitra FIFA untuk pertandingan Piala Dunia Brasil 2014, Raymond Whelan (tengah), tiba di kantor polisi di Rio de Janeiro pada 07 Juli 2014, setelah ditangkap dengan dugaan mendalangi jaringan ilegal untuk menjual tiket pertandingan PD 2014.

  • Kasus Tiket Piala Dunia 2014, Polisi Tangkap Mitra FIFA
  • Kasus Tiket Piala Dunia 2014, Polisi Tangkap Mitra FIFA
  • Kasus Tiket Piala Dunia 2014, Polisi Tangkap Mitra FIFA
Kepolisian Brasil, Senin (07/07/14) waktu setempat, menahan seorang direktur perusahaan mitra FIFA yang menangani paket-paket tiket pertandingan Piala Dunia Brasil 2014, dengan tuduhan memimpin suatu jaringan penjualan tiket secara ilegal.

Menurut laporan dari The Telegraph, Raymond Whelan, Direktur Utama (CEO) Match Hospitality, ditangkap di Hotel Copacobana Palace, Rio de Janeiro, beberapa hari setelah penggerebekan terhadap 11 orang yang diduga terlibat jaringan calo tiket Piala Dunia Brasil 2014.

Fabio Barucke, investigator kasus ini, mengatakan bahwa Whelan menghadapi dakwaan memfasilitasi distribusi tiket-tiket untuk dijual secara ilegal. Jika terbukti, dia bakal divonis empat tahun penjara.

Media setempat menyebutkan bahwa Whelan adalah warga negara Inggris berusia 64 tahun. Di mana sebanyak 100 tiket ditemukan di kamar hotelnya.

Penahanan dilakukan menjelang pertandingan semifinal Piala Dunia 2014 antara Brasil dan Jerman, serta Argentina melawan Belanda. Polisi mengatakan, sindikat calo tiket internasional telah menjual tiket-tiket itu senilai jutaan dolar AS, sejak Piala Dunia Korea Selatan dan Jepang 2002.

Menurut Daily Mail, salah satu pemegang saham Match Hospitality adalah Infront Sports and Media, sebuah perusahaan berbasis di Swiss yang dipimpin Philippe Blatter, saudara sepupu presiden FIFA Sepp Blatter.

Tersangka lainnya, Mohamadou Lamine Fofana, sebelumnya disebut sebagai yang bertanggung jawab dalam skandal tersebut. Dia ditangkap bersama 11 orang lainnya pekan lalu di Rio dan Sao Paulo.

Namun kecurigaan beralih ke seseorang di Match Hospitality, agen tiket resmi Piala Dunia Brasil 2014, yang menjual paket-paket khusus yang meliputi ruang privat di stadion-stadion, dan layanan makanan.

"Whelan menyangkal bernegosiasi tiket dengan Fofana selama Piala Dunia, tapi kami punya bukti. Kami punya 900 percakapan telepon di antara mereka selama event ini," kata Barucke seperti dikutip NDTV Sports. Penyelidikan selanjutnya mengarah pada tujuh tersangka baru, namun Barucke tidak merincinya.

Polisi mengatakan Whelan memberi tiket kepada Fofana yang sebenarnya untuk pihak sponsor, organisasi non-pemerintah dan kerabat pemain. Fofana kemudian menjual tiket-tiket itu secara ilegal dengan bantuan agen perjalanan dan kontak-kontak sepak bola.

Pihak berwenang pekan lalu mengatakan bahwa seorang ofisial FIFA diduga terlibat dalam kasus ini, dan kini dilakukan investigasi terhadap federasi sepakbola Brasil, Spanyol serta Argentina. Menanggapi dugaan itu, juru bicara FIFA, Delia Fischer, mengatakan FIFA akan tetap kooperatif dalam penyelidikan kasus ini.

Pihak Match Hospitality sebelumnya mengatakan bahwa mereka telah membatalkan tiket yang dibeli oleh perusahaan milik Fofana, Atlanta Sportif, untuk pertandingan semifinal dan final.

Match mengingatkan bahwa mereka akan membatalkan tiket-tiket lainnya dari tiga perusahaan yang namanya tertera dalam tiket yang disita polisi, kecuali mereka mau kooperatif dalam penyelidikan.

Match mengidentifikasi perusahaan itu adalah Reliance Industries Limited, Jet Set Sports , dan Pamodzi Sports, namun belum diketahui nama pemiliknya.

Reliance Industries membeli 304 paket tiket untuk 19 pertandingann senilai 1,2 juta dolar AS atau sekitar Rp14,14 miliar (kurs Rp11,775), termasuk akses ke ruang privat untuk semua pertandingan di Rio, Sao Paulo, dan Belo Horizonte. Match Hospitality mengatakan, dalam 59 tiket yang disita pekan lalu tertera nama perusahaannya.

Baca juga artikel-artikel sejenis di liputan khusus Brasil 2014
Penulis : Joko Sedayu
Editor : Daniel Sasongko

Tag Terkait

#Piala Dunia Brasil 2014 #FIFA
  • comment
Artikel Terkait
Komentar