tag
Sepakbola
Piala Dunia Brasil 2014

Di Tempat Ini, Bakal Lahir Juara Dunia Baru

Jumat, 11 Juli 2014 13:07 WIB
Stadion Maracana menjadi salah satu stadion final Piala Dunia Brasil 1950, yang menampung lebih dari 200 ribu penonton.
  • Di Tempat Ini, Bakal Lahir Juara Dunia Baru
    INTERNET
  • Di Tempat Ini, Bakal Lahir Juara Dunia Baru
    INTERNET
  • Di Tempat Ini, Bakal Lahir Juara Dunia Baru
  • Di Tempat Ini, Bakal Lahir Juara Dunia Baru
Final Piala Dunia Brasil 2014 Brasil 2014 akan diselenggarakan di stadion legendaris Estadio Jornalista Mario Filho atau lebih dikenal Stadion Maracana, Senin (14/07/14) dini hari WIB. Laga final akan mempertemukan juara dunia tiga kali Jerman dan juara dunia dua kali Argentina.

Stadion Maracana mulai dibangun pada 2 Agustus 1948, dan dibuka pertama kali pada 16 Juni 1950 untuk pertandingan eksibisi antara Rio de Janeiro All-Stars melawan Sao Paulo All-Stars, dengan kemenangan 3-1 untuk tim tuan rumah.

Nama resmi stadion tersebut adalah Estadio Jornalista Mario Rodrigues Filho, yang digunakan untuk menghormati seorang jurnalis Mario Filho, yang sangat vokal dalam pembangunan Stadion Maracana. Sedangkan nama Maracana lebih sering dikenakan karena letak stadion yang dekat sungai Maracana. Selain itu kata Maracana adalah bahasa Tupi–Guarani yang artinya burung beo.

Pembangunan Stadion Maracana penuh pro dan kontra. Awalnya mendapat kritikan dari Carlos Lacerda, lawan politik wali kota Rio, Angelo Mendes de Morais. Namun mendapat dukungan besar dari jurnalis kawakan Mario Filho. Stadion Maracana dibangun atas tanggung jawab Insinyur Humberto Menescal, dan dirancang oleh arsitek asli Brasil, Michael Feldman, Waldir Ramos, Raphael Galvao, Oscar Valdetaro, Orlando Azevedo, Pedro Paulo Bernardes Bastos, and Antonio Dias Carneiro.

Pada Piala Dunia Brasil 1950, Stadion Maracana menjadi tempat partai pembuka antara tim Samba melawan Meksiko. Dalam pertandingan yang dimenangkan Brasil 4-0 itu, Stadion Maracana dipenuhi sekitar 82.000 penonton.

Namun, stadion termegah di Brasil itu justru menjadi neraka Brasil pada laga final Piala Dunia Brasil 2014. Laga final menerapkan sistem round-robin, di mana ada empat tim yang memperebutkan posisi pertama, yakni Brasil, Uruguay, Swedia, dan Spanyol.

Hasil kemenangan 7-1 atas Swedia dan 6-1 atas Spanyol menempatkan Brasil memimpin klasemen dengan empat poin, unggul satu poin dari Uruguay. Sayang pada laga terakhir Selecao secara mengejutkan kalah 1-2 dari Uruguay dan membuat La Celeste meraih gelar juara dunia yang kedua.

Kekalahan Brasil dari Uruguay pada final Piala Dunia Brasil 1950 sangat menyakitkan. Saat itu Stadion Maracana dikabarkan dipenuhi hingga 210.000 penonton, tapi catatan resmi hanya mencatat 199.854. Selain itu sebenarnya Brasil unggul 1-0 lebih dulu berkat gol dari Friaca, namun Uruguay mampu membalikkan keadaan menjadi 2-1 melalui gol dari Juan Alberto Schiaffino dan Alcides Ghiggia. Tragedi memalukan tersebut dikenal dengan sebutan Maracanazo.

Kini setelah 64 tahun berlalu Stadion Maracana kembali menjadi tempat untuk partai puncak Piala Dunia. Namun, tidak ada Brasil di sana, melainkan Jerman dan Argentina yang akan memperebutkan trofi Piala Dunia Brasil 2014 di stadion legendaris tersebut.

Selain itu, saat ini Stadion Maracana telah jauh berbeda. Setelah mengalami renovasi untuk menjadi salah satu tempat stadion Piala Dunia Brasil 2014, kapasitas Stadion Maracana menyusut menjadi sekitar 78,838 kursi, namun secara teknologi stadion tersebut lebih canggih ketimbang pada 1950.

Pada Piala Dunia Brasil 2014, selain menggelar partai final, Stadion Maracana juga menjadi tempat pertandingan fase grup antara Argentina melawan Bosnia-Herzegovina, Spanyol melawan Chile, Belgia melawan Rusia, dan Ekuador melawan Prancis. Selain itu laga babak 16 besar antara Kolombia melawan Uruguay dan laga semifinal antara Prancis melawan Jerman.

Sejak direnovasi untuk Piala Dunia Brasil 2014, Stadion Maracana pertama kali digunakan untuk kompetisi Piala Konfederasi 2013. Salah satunya menjadi tempat final ketika Brasil mengalahkan Spanyol 3-0.

Baca juga artikel-artikel sejenis di liputan khusus Brasil 2014
Penulis : Joko Sedayu
Editor : Irfan Fikri

Tag Terkait

#Piala Dunia Brasil 2014 #Argentina #Jerman #Brasil
  • comment
Artikel Terkait
Komentar