tag
Sepakbola
Preview Jerman Vs Argentina

Third Time Lucky

Minggu, 13 Juli 2014 11:15 WIB
Jerman mencoba menjadi tim Eropa pertama yang juarai Piala Dunia di Benua Amerika.
  • Third Time Lucky
    GRAFIS: Muproni/INDOSPORT
  • Third Time Lucky
    GRAFIS: Muproni/INDOSPORT-GETTY IMAGES
  • Third Time Lucky
  • Third Time Lucky
Pesta sepakbola paling akbar dunia akan mencapai puncak pada, Senin (14/07/14) dini hari WIB. Seluruh mata di kolong jagat akan menjadi saksi siapa yang akan menjadi kampiun Piala Dunia 2014, Der Panzer Jerman atau Albiceleste Argentina?

Angka tiga (3) merupakan salah satu bilangan yang unik dan menarik. Menurut filsuf dan ahli matematika, Pythagoras, angka tiga, biasa disebutnya “triad” adalah angka yang paling mulia, paling hebat dibandingkan lainnya. Karena itu merupakan satu-satunya angka yang menyamai jumlah angka-angka di bawahnya.

Dalam budaya China, tiga adalah angka yang menguntungkan karena bernada sama dengan kehidupan. Di dunia olahraga, tiga juga kerap memiliki arti spesial, sebut saja tembakan tembakan tiga angka dalam basket atau munculnya istilah hat-trick.

Senin (14/07/14), Stadion Maracana, Katedral sepakbola dunia,  akan menjadi saksi dua tim yang sama-sama memcoba meraih keberuntungan dari angka tiga pada laga puncak Piala Dunia 2014.

Jerman, yang lolos setelah mempermalukan tuan rumah Brasil di semifinal, akan berusaha kembali menjadi juara setelah pada dua penampilan di final sebelumnya selalu gagal. Uniknya, kegagalan Jerman selalu saat Piala dunia digelar di luar benua Eropa,  2002 kalah dari Brasil di Jepang dan 1986 dibekap Argentina di Meksiko.

Di pihak lawan, Argentina akan mencoba mengakhir penantian sejak 1986. Tim Tango akan berjuang keras demi meraih trofi Piala Dunia ketiga mereka.   

Yang pasti, Jerman dan Argentina sama-sama ingin keluar menjadi pemenang pada duel ketiga mereka pada final Piala Dunia. Argentina menjadi pemenang pada 1986 di Meksiko, Jerman keluar sebagai juara empat tahun berikut di Italia.

Bicara sejarah, pelatih Argentina berharap pasukannya dapat mengulang pencapaian pada Piala Dunia 1986, saat Tango diperkuat Diego Maradona. Dan kini Argentina memiliki titisan Maradona dalam diri Lionel Messi.  “Benar, ada kesamaan dan kami berharap situasi akan berulang,” kata Sabella.

Di lain pihak, arsitek Jerman, Joachim Loew memiliki ambisi untuk membuat sejarah baru. Ya, jika juara Jerman memang akan mengukir sejarah baru. Die Mannschaft akan menjadi tim Eropa pertama yang menjadi juara saat Piala Dunia digelar di Benua Amerika. 

“Dulu kami tak pernah mendapat kesempatan, jadi kali ini kami bisa menulis sejarah. Amerika Latin, di tanah sendiri selalu mendominasi. Mengapa kami tak bisa menjadi (tim Eropa) yang pertama? " kata Loew.  “Akan menjadi kebahagiaan tambahan jika kami bisa menjadi tim Eropa pertama yang menang di tanah Amerika Latin.”

Baca juga artikel-artikel sejenis di liputan khusus Brasil 2014
Editor : Yusuf Abdillah

Tag Terkait

#Piala Dunia Brasil 2014 #Argentina #Jerman #Lionel Messi #Thomas Mueller
  • comment
Artikel Terkait
Komentar