tag
Sepakbola
Preview Jerman Vs Argentina

Third Time Lucky

Minggu, 13 Juli 2014 11:15 WIB
Jerman mencoba menjadi tim Eropa pertama yang juarai Piala Dunia di Benua Amerika.
  • Third Time Lucky
Pesta sepakbola paling akbar dunia akan mencapai puncak pada, Senin (14/07/14) dini hari WIB. Seluruh mata di kolong jagat akan menjadi saksi siapa yang akan menjadi kampiun Piala Dunia 2014, Der Panzer Jerman atau Albiceleste Argentina?
1. DATA DAN FAKTA

Laga ini menjadi duel kesepuluh tim Eropa melawan Amerika Selatan pada laga final.  Tim Amerika Latin menang pada tujuh final.

Ini adalah duel ketiga Jerman melawan Argentina di final Piala Dunia, yang merupakan tersering terjadi. Jerman menang di edisi 1990, sedangkan Argentina pada 1986.

Pada pertemuan terakhir di ajang Piala Dunia, Argentina kalah 0-4 dari Jerman pada perempatfinal 2010 di Afsel.

Jerman sudah delapan kali tampil di final Piala Dunia, tiga di antaranya menjadi juara. Argentina dua kali juara dari lima partai final.

Jerman dan Argentina sudah enam kali beradu di Piala Dunia. Jerman meraih tiga kemenangan dan kalah sekali. Sedankan dua laga berakhir imbang. Pada 2006, Jerman mengalahkan Argentina lewat adu penalti.

Dari total 20 pertemuan melawan Jerman, Argentina mencatat sembilan kemenagan, lima imbang, dan enam kalah. 

Pada Piala Dunia 2014 Argentina mencatat empat clean sheets, terbanyak pada turnamen kali ini, Jerman mencatatkan tiga. 

Sejarah mencatat, Jerman gagal mencetak gol dalam lima pertandingan di Piala Dunia, semuanya berakhir dengan kekalahan.

Dalam urusan adu penalti, Jerman memiliki catatan sempurna, menang empat kali dalam epat kesempatan. Sedangkan Argentina menangi empat dari lima adu penalti di Piala Dunia, 

Jika Jerman juara, Eropa akan menjadi benua pertama yang menjadi juara Piala Dunia tiga kali beruntun. Sebelumnya Spainyol juara pada 2010 dan Italia pada 2006.

Baca juga artikel-artikel sejenis di liputan khusus Brasil 2014
Editor : Yusuf Abdillah

Tag Terkait

#Piala Dunia Brasil 2014 #Argentina #Jerman #Lionel Messi #Thomas Mueller
  • comment
Artikel Terkait
Komentar