tag
Sepakbola
Piala Dunia Brasil 2014

Warga Brasil Rayakan Kekalahan Argentina

Senin, 14 Juli 2014 07:12 WIB
Mayoritas masyarakat Brasil sambut kekalahan Argentina dengan kegembiraan.
  • Warga Brasil Rayakan Kekalahan Argentina
    GETTY IMAGES

    Pendukung Jerman bergembira usai kemenangan Jerman atas Argentina.

Seruan ‘Menangislah! Menangislah! Argentina!’ terdengar di sebuah bar di dekat Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil. Seruan tersebut menjadi ungkapan kebahagian sebagian warga Brasil menyambut kekalahan Argentina di final Piala Dunia Brasil 2014, Senin (14/07/14).

Argentina harus menerima kenyataan pahit keok di tangan Jerman dalam partai pamungkas Piala Dunia 2014. Jerman menjadi Juara Dunia 2014 berkat gol Mario Goetze pada babak kedua tambahan waktu, tepatnya menit 113.

Sebagian masyarakat Brasil merayakan kekalahan Argentina dengan berdansa dan menyalakan kembang api. Pesta Brasil di atas penderitaan Argentina bisa dimaklumi sebagai dampak persaingan Argentina dan Brasil di sepakbola.

Di Brasilia dan Sao Paulo, ledakan kembang api menghiasi langit setelah bola tendangan kaki kiri Mario Goetze menjebol gawang Argentina yang dijaga kiper Sergio Romero.

Begitu wasit Nicola Rizzoli asal Italia meniup peluit yang terakhir di Piala Dunia 2014, warga Brasil pembenci Argentina menyanyikan ‘Menangislah! Menangislah! Argentina!’ Lirik lagu ini sebagai pelesetan dari lagu ‘Don't Cry for Me Argentina’ yang terkenal di dunia.

Puluhan ribu pendukung Argentina di pantai Copacabana, Rio de Jenairo, untuk menonton pertandingan di layar besar langsung terdiam begitu warga Brasil bernyanyi dan berdansa.

Bahkan, beberapa dari warga Brasil mengibarkan bendera Jerman. “Terima kasih Tuhan, Terima kasih Tuhan Jerman menang. Jika saja Argentina menang, mereka akan mengolok-olok kami selama bertahun-tahun," kata Caio Ferraz, seorang warga Brasil.

Di sebuah bar di Rio de Janeiro, sejumlah warga Brasil mendukung Jerman dengan mengenakan jersey klub Flamengo. Kaos Flamengo sepintas mirip dengan kaos Jerman saat mengalahkan Argentina.

“Kami tidak pernah ingin Argentina untuk menang di sini di Brasil. Tidak pernah. Jerman menghargai kami, walaupun mereka menghancurkan kami," kata Cassio Conceicao (51), yang memakai jersey Flamengo.

Komentar Cassio soal Jerman yang menghancurkan Brasil merujuk pada kekalahan telak 1-7 Brasil dari Jerman di final. Ibaratnya Cassio sudah melupakan kekalahan tersebut daripada harus melihat Argentina menang di tanah Brasil.

Bahkan, Brasil rela Jerman mencatat sejarah terbaru saat menjadi negara Eropa pertama yang memenangi Piala Dunia di Amerika Latin.

Sebagian penduduk setempat mengecat pipi dengan motif bendera Jerman. Bahkan ada yang mengenakan seragam Jerman. Julian Deutz yang berdarah Jerman mengapresiasi dukungan warga Brasil.

“Mendapat dukungan warga Brasil rasanya sangat luar biasa. Namun kami juga meminta maaf kepada Brasil atas apa yang terjadi di semifinal,” ujar Julian Deutz.

Sebastian Mereles yang dating dari Buenos Aires, Argentina, sangat kecewa dan terluka dengan sikap warga Brasil yang mendukung Jerman.

“Saya rasa orang-orang Brasil marah kepada warga Argentina karena mereka tidak bisa di final yang merupakan pertandingan yang dinanti-nantikan seluruh warga dunia," kata Sebastian Mereles.

Diana Rochman yang memakai kostum Lionel Messi sambil menahan tangis mengatakan, “Itu pertandingan yang sangat bagus, namun saya sangat sedih. Kecewa. Mereka sangat meyakinkan untuk menang dan warga Brasil ingin kami untuk kalah.”

Di tengah-tengah puluhan ribu warga Brasil yang berpesta untuk Jerman, masih ada yang membela Argentina, yaitu Amarilio Carvalho. Amarilio lebih membela Argentina karena jiwa satu tanah air, yaitu Benua Amerika.

“Saya cinta Argentina," kata Amarilio Carvalho, seorang guru bahasa Esperanto. Amarilio terlihat mengenakan bendera biru putih yang menggambar bendera Argentina saat berfoto dengan pendukung Argentina di Copacabana.

Baca juga artikel-artikel sejenis di liputan khusus Brasil 2014
Editor : Jhon Purba

Tag Terkait

#Piala Dunia Brasil 2014 #Argentina #Jerman
  • comment
Artikel Terkait
Komentar